Universitas Sebelas Maret

Monday, February 27, 2017

Sejarah Teknik Industri UNS


Program Studi Teknik Industri Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta di dirikan berdasarkan Keputusan Dirjen DIKTI Depdikbud No. 53/DIKTI/KEP/1998 tertanggal 23 Februari 1998 yang di tandatangani oleh Bambang Suhendro. Kantor Program Studi Teknik Industri berada di Gedung 1 Fakultas Teknik, Jl. Ir. Sutami 36A, Kentingan, Surakarta.

Di bukanya program studi Teknik Industri Universitas Sebelas Maret (UNS) di prakarsai oleh Ir. Joko Kuncoro dan Ir. Susilowati, M. Si. Program Studi Teknik Industri memiliki visi Menjadi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri Unggulan Bereputasi Internasional Untuk Mendukung Daya Saing Industri Nasional. Sedangkan misi dari Program Studi Teknik Industri adalah Menghasilkan lulusan Sarjana Teknik Industri yang Profesional dan Relevan dengan Kebutuhan Industri dan Masyarakat serta Mampu Mengikuti Perkembangan Ilmu dan Teknologi.


Saat ini Program Studi Teknik Industri di pimpin oleh Dr. Wahyudi Sutopo, ST, M. Si. Program Studi Teknik Industri hingga 25 Februari 2017 telah meluluskan sebanyak 929 sarjana dengan 72 di antaranya lulus dengan predikat cumlaude.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Program Studi Teknik Industri Universitas Sebelas Maret (UNS) silahkan kunjungi industri.ft.uns.ac.id.

Wednesday, February 15, 2017

Peta Kendali Atribut

PETA KENDALI ATRIBUT


LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN PETA KENDALI
1.      Tetapkan tujuan & karakteristik kualitas yang akan dikendalikan

2.      Tentukan tipe data yang akan digunakan
o   Tentukan ukuran subgrup rasional: Subgrup harus cukup besar untuk menentukan peluang yang sama untuk item cacat;
o   Tentukan frekuensi sampling (jumlah subgrup): f (tingkat produksi, biaya sampling).

3.      Tentukan pendekatan sampling
o   Tentukan ukuran subgrup rasional: Subgrup harus cukup besar untuk menentukan   peluang yang sama\untuk item cacat;
o   Tentukan frekuensi sampling (jumlah subgrup): f (tingkat produksi, biaya sampling).

4.      Tentukan peta kendali yang sesuai
o   Peta p: untuk memetakan proporsi/persentase item cacat;
o   Peta np: untuk memetakan jumlah item cacat (data diskrit);
o   Peta c: untuk memetakan jumlah cacat per unit yang terjadi dalam area peluang yang konstan (data diskrit);
o   Peta u: serupa dengan peta c; digunakan untuk memetakan jumlah rata-rata cacat per unit jika area peluang tidak konstan (data diskrit);
o   Peta individual: untuk memetakan pengukuran individual (data kontinyu);
o   Peta moving average (MR): untuk memetakan variabilitas proses untuk pengukuran individual (data kontinyu);
o   Peta R: untuk memetakan variabilitas proses untuk sampling dengan n>1;
o   Peta : untuk memetakan rata-rata proses dari subgrup sampel (data kontinyu);
o   Peta EWMA (Exponentially Weighted Moving Average): merupakan alternatif Peta untuk mendeteksi pergeseran proses yang kecil.

 5. Lakukan sampling & pencatatan data pada lembar data yang sesuai

 6. Menghitung garis tengah & batas kendali awal

 7. Koreksi garis tengah & batas kendali

 8.  Implementasikan peta kendali, monitor stabilitas proses melalui peta
kendali; Jika terjadi signal tertentu, ambil tindakan yang perlu.

 9. Hitung ulang garis tengah & batas kendali, jika terjadi perubahan proses
     secara signifikan.

Agar lebih jelas, silahkan download materinya di sini. Terimakasih

Tuesday, February 14, 2017

Monday, February 13, 2017

Pengendalian Kualitas Lean Six Sigma


Pada pengendalian kualitas statistik terdapat sub-bab yaitu quality improvement : lean six sigma yang memiliki tujuan untuk mengeliminasi segala cacat produksi. Lean six sigma memberikan fokus kepada :
·         Dokumentasi bagaimana pekerjaan diselesaikan (langkah - langkah yang menyusun  proses).
·         Mengkaji aliran pekerjaan antara orang & stasiun kerja.
·         Memberikan kepada pekerja pengetahuan & metoda yang.
·         diperlukan untuk memperbaiki pekerjaan secara efisien.

Terdapat lima hukum Lean Six Sigma, yaitu :
·         Hukum 1: The law of market
Untuk mempertahankan pertumbuhan penjualan, konsumen mendefinisikan kualitas & prioritas perbaikan.

·         Hukum 2: The law of flexibility
Kecepatan suatu proses proporsional terhadap fleksibilitasnya.
Contoh ukuran infleksibility:
→ Di lantai produksi: set-up time, changeover time;
→ Di bidang layanan: information retrieval time.

·         Hukum 3: The law of focus
Data (Pareto): 20% aktivitas menyebabkan 80% permasalahan atau keterlambatan. Perbaikan besar dapat dilakukan dengan fokus pada 20% aktivitas tersebut.

·         Hukum 4: The law of  velocity (Little’s Law)
Kecepatan proses berbanding terbalik dengan jumlah WIP. Untuk meningkatkan kecepatan proses → kurangi WIP.

·         Hukum 5: The law of complexity & cost
Peningkatan kompleksitas dapat menyebabkan peningkatan biaya, penurunan kualitas (low sigma) atau penurunan kecepatan proses → Target awal perbaikan: reduksi variasi produk atau jasa yang tercakup (keputusan ini harus didasarkan pada informasi finansial & pasar yang baik).


                      Agar lebih jelas silahkan download handoutnya di sini.

Laporan Kunjungan Industri

         
 
           Dalam mata kuliah Pengantar Teknik Industri(PTI) terdapat tugas kunjungan industri ke sebuah perusahaan dimana kita mendapat tugas mengobservasi kendala - kendala yang di alami sebuah pabrik dan bagaimana cara memecahkan masalah tersebut dalam sebuah laporan. Berikut contoh laporan kunjungan industri, silahkan download filenya di sini.

Sunday, February 12, 2017

Saturday, February 11, 2017

Sistem Bilangan Real Kalkulus 1


Sistem bilangan real
Konsep utama Kalkulus [ limit, kontinu, turunan dan integral ] DIKAITKAN dengan Fungsi Real. Intuisi Geometri DIPERLUKAN sebagai alat bantu untuk memahami konsep dan gambaran situasinya. Dasar utama pengembangan matematika adalah teori bilangan dan geometri. Sistem bilangan real ( diberi lambang R ) adalah himpunan bilangan real yang disertai dengan operasi penjumlahan dan perkalian sehingga memenuhi aksioma lapangan, urutan dan kelengkapan.
Suatu aksioma adalah basis dari sistem logika formal yang bersama-sama dengan aturan inferensi mendefinisikan logika. Kata aksioma dalam matematika juga disebut postulat yaitu suatu titik awal dari sistem logika.  Misalnya, 1+1=2.  Melalui dua titik sembarang hanya dapat dibuat sebuah garis lurus.
Definisi sistem bilangan real adalah pernyataan yg bernilai benar karena disepakati, dan tak perlu dibuktikan  Definisi di buat dengan menggunakan konsep yang belum terdifinisi dan atau konsep yang telah didifinisikan sebelumnya. Teorema adalah suatu pernyataan matematika yang masih memerlukan pembuktian dan pernyataan itu dapat ditunjukkan bernilai benar.
Aksioma Lapangan mengatur tentang :
o   Ketertutupan operasi penjumlahan dan perkalian
o   Sifat komutatif, asosiatif dan distributif
o   Terdapat unsur 0 dan 1
o   Invers terhadap penjumlahan dan perkalian
o   Pengurangan dan pembagian
o   Peubah, konstanta dan parameter
Aksioma Urutan mengatur tentang :
o   Pemunculan bilangan positif dan negatif
o   Mengurutkan bilangan dari kecil ke besar
o   Konsep nilai mutlak
Aksioma Kelengkapan mengatur tentang :
o   Perbedaan bilangan rasional dan real
o   Korespondensi satu-satu antara bilangan real dengan titik pada garis  

o   Konsep selang

Supaya lebih jelasnya, silahkan download materinya di sini

Mars TI 2016

Subscribe This Blog

Mars T. Industri UNS

HMTI UNS

Indeks Bursa

Copyright © Kuliah Teknik Industri | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com